Densus 88: Pelaku Molotov di Sekolah Kalbar Terpapar Konten Kekerasan

Harian Berita — Kasus pelemparan bom molotov yang terjadi di lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mulai menemui titik terang. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebut pelaku yang merupakan siswa sekolah tersebut terpapar ideologi kekerasan ekstrem.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan, berdasarkan hasil pendalaman, pelaku memiliki ketertarikan kuat terhadap konten kekerasan dan diketahui tergabung dalam sebuah komunitas daring bernama True Crime Community (TCC).

“Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan dan juga tergabung dalam komunitas True Crime Community,” ujar Mayndra dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2).

Faktor Perundungan dan Masalah Keluarga

Mayndra menjelaskan, selain terpapar konten ekstrem, pelaku juga diketahui menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah. Tekanan psikologis tersebut diduga memicu keinginan pelaku untuk melakukan aksi balas dendam terhadap rekan-rekannya.

Tak hanya itu, hasil pemeriksaan juga mengungkap adanya persoalan keluarga yang turut memengaruhi kondisi mental pelaku.

”Balas dendam tersebut kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya,” tutur Mayndra.

Dalam proses penggeledahan, aparat menemukan sejumlah barang bukti berbahaya yang menunjukkan potensi ancaman serius. Barang-barang tersebut antara lain lima tabung gas portabel yang dirangkai dengan petasan, paku, serta pisau.

Selain itu, polisi juga mengamankan enam botol berisi bahan bakar minyak yang dilengkapi sumbu kain sebagai bom molotov, serta satu bilah pisau.

Densus 88 Beri Pendampingan ke Polda Kalbar

Mayndra menambahkan, Densus 88 turut memberikan pendampingan kepada Polda Kalimantan Barat dalam pengungkapan kasus ini. Pendampingan meliputi pemetaan pelaku, pendalaman motif, hingga analisis barang bukti yang ditemukan di lokasi.

Sebelumnya, aksi pelemparan bom molotov terjadi pada Selasa (3/2) sekitar pukul 10.40 WIB di lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya. Terduga pelaku yang merupakan siswa sekolah tersebut langsung diamankan dan diperiksa oleh pihak kepolisian.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Beberapa orang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis. Imbas kejadian tersebut, pihak sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Rabu (4/2) demi menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan sekolah.